BAB VI
ADZAN DAN IQOMAH
Adzan adalah seruan pemberitahuan
masuknya waktu shalat serta ajakan melaksanakan shalat. Sedangkan
iqomah adalah panggilan untuk melaksanakan shalat.
Membaca Taswib saat Adzan Shubuh
Bacaan taswib dalam adzan shubuh adalah seruan: Asshalatu khoirum minan naum, awal mula seruan ini adalah dari sahabat Bilal ra. atas perintah Rasulullah Saw. Sebagaimana keterangan di bawah ini:
أَنَّ
بِلاَلَ أَذَّنَ لِلصُّبْحِ فَقِيْلَ لَهُ أَنَّ النَّـِبيَّ صَلّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ناَئِمٌ، فَقاَلَ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ
النَّـِبيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِّنَ
النَّوْمِ فَقاَلَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِجْعَلْهُ فِيْ
تَأْذِيْنِكَ لِلصُّبْحِ. (اعانة الطالبين فصل في الاذان والاقامة ج 1 ص
236)
Bahwasanya
sahabat bilal setalah melakukan adzan shubuh, ia diberitahu bahwa Nabi
sedang tidur, lalu ia menghampiri beliau seraya mengucapkan Semoga
keselamatan, rahmat dan barokah Allah Swt. tetap atas engkau wahai Nabi,
shalat itu lebih baik dari pada tidur. Kemudian Nabi bersabda: wahai
bilal, jadikanlah ucapan itu (al-shalatu khoirun min al-naum) dalam adzan shubuhmu.
عَنِ
الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ أَمَرَ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلَالاَ بِهِ. فَأَذَّنَ وَزَادَ بِلَالٌ
فِي نِدَاءِ صَلَاةِ الْغَدَاءِ اَلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
فَأَقَرَّهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (سنن ابن ماجه ج 1 ص 233)
Dari
Zuhri dari Salim dari ayahnya, ia berkata: Nabi telah memerintahkan
Bilal untuk melakukan adzan. Kemudian sahabat Bilal menambahkan
(as-shalatu khairun minan naum)lalu Rasulullah menetapkan kalimat
tersebut. (Sunan Ibnu Majah, juz I, hal.233)
Dengan demikian membaca taswib dalam adzan shubuh hukumnya adalah sunnah (ketetapan Nabi).
Adzan dan Iqomah untuk Bayi yang Baru Dilahirkan
Anak merupakan karunia yang diberikan oleh Allah Swt. kepada semua keluarga, namun anak
juga merupakan amanah Allah Swt. yang mesti dijaga, dirawat serta
dididik oleh kedua orang tuanya. Mendidik anak harus dimulai sebelum
anak itu mulai lahir tidak hanya dilakukan setelah ia besar. Salah satu
bentuk pendidikan terhadap anak tersebut ketika ia
dilahirkan. Sang ayah atau salah satu dari keluarga, membacakan adzan
di telinga kanan sang jabang bayi yang baru dilahirkan dan membacakan
iqomah di telinga kiri bayi. Bagaimanakah hukum melakukan hal tersebut,
Apakah pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw.?
Ulama’
sepakat bahwa sunnah hukumnya mengumandangkan adzan dan iqomah pada
saat bayi yang terlahir kedunia berdasarkan hadits Nabi:
عَنْ
عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِيْ رَافِعٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ
عَلِيٍّ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلَاةِ (سُنَنُ أَبِيْ دَاوُدَ
رَقْمُ 4441)
Dari ubaidillah Bin Abi Rafi’ ra.
Dari ayahnya, ia berkata ; aku melihat Rasulullah Saw, mengumandangkan
adzan ditelinga Husain Bin Ali ra. Ketika Siti Fatimah melahirkannya
(yakni) dengan adzan shalat. (Sunnan Abi Dawud, [444])
Sebagaimana
yang dijelaskan dalam kitab Majmu’ Fatawi wa Rasail, hal.112 tentang
fadilah dan keutamaannya adzan untuk bayi yang baru lahir.
اَلْأَوَّلُ
فَعَلَهُ فِي أَذَنِ الْمَوْلُوْدِ عِنْدَ وِلَادَتِهِ فِي أُذُنِ
الْيُمْنَى وَالْإِقَامَةِ فِي أُذُنِ الْيُسْرَى وَهَذَا قَدْ نَصَّ
فُقَهَاءُ الْمَذْهَبِ عَلَى نَدْبِهِ وَجَرَى بِهِ عَمَلُ عُلَمَاءِ
الْأَمْصَارِ بِلَا نَكِيْرٍ وَفِيْهِ مُنَاسَبَةٌ تَامَّةٌ لِطَرْدِ
الشَّيْطَانِ بِهِ عَنِ الْمَوْلُوْدِ وَلِنُفُوْرِهِمْ وَفِرَارِهِمْ مِنَ
الْأَذَانِ كَمَا جَاءَ فِي السُّنَّةِ (مَجْمُوْعُ فَتَاوِيْ
وَرَسَائِلَ، 112).
Yang
pertama mengumandangkan adzan ditelinga kanan anak yang baru lahir lalu
membacakan iqomah di telinga kiri. Ulama’ telah menetapkan bahwa
perbuatan ini tergolong sunnah. Mereka telah mengamalkan hal tersebut
tanpa seseorang pun mengingkari. Perbuatan ini ada relevansi,
untuk mengusir syaitan dari anak yang baru lahir tersebut. Karena
syaitan itu akan lari terbirit-birit ketika mereka mendengar adzan
sebagaimana ada keterangan di dalam hadits (Majmu’ Fatawi Wa Rasail, hal.112).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar