IDUL FITRI 1 SYAWAL 14 . . HIJRIYAH
الله اكبر X7
الله اكبر كلّما هلّ هلال وابدر.
الله اكبر كلّما صام صائم وأفطر. وكلّما أطعام القانع المعتر. الله اكبر الله
اكـــــبر الله اكـــــبر . لا اله الا
الله والله اكـــــبر الله اكـــــبر
و لله الحمد. الحمد
لله الّذى سهّل للعباد طر يق العبادة
ويسّر .ووفّاهم اجور أعمالهم من خز ائن جوده الّتى لا تحصر. وجعل لهم يوم عيد يعود
عليهم فى كلّ سنة ويتكرّ ر. أحمده سبحانه وهو المستحقّ لأن يُحمد ويُشكر. واشكره
على نعم لا تعدّ ولا تحصر. واشهد أن لا اله إ لاّ الله وحده لا شر يك له الملك
العظيم ا لأكبر. واشهد أنّ ســيّدنا مـحــمّدا عبده ورسوله الشـّافع فى المخشـر.
اللّهـمّ صلّ وسـلّم
على سيّدنا محمّد
وعلى اله واصحابه الّذين اذهب عنهم الرّجس وطهّر . (امّا بعد)
فيا ا يّهاالنّاس إتّقوا الله ولا تغرّ نّكم ومدد ا لأ عمار.
HADIRIN
KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT SIDANG IDUL FITRI 1 SYAWAL 14 . . H YANG BERBAHAGIA
Puji dan syukur yang sedalam-dalamnya, dengan penuh perasaan
gembira, kita sanjungkan kehadirat Allah swt. Tuhan yang telah memanjangkan
usia kita, sehingga di pagi yang ceria ini kita dapat berkumpul bershaf-shaf
memenuhi tempat yang berkah ini.
Fajar tanggal 1 Syawal telah menyingsing di ufuk timur, pada
saat ini kita berada pada hari yang agung, pada hari ini pula Allah Azza Wa
Jalla memperlihatkan kemulyaan dan keagungannya, dimana seluruh umat TAUHID di
segenap penjuru dunia, bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan
mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid :
الله اكبر X 3
لا اله إ لاّ الله و الله أكبر. الله اكبر و لله الحمد
Pengumandangan tersebut merupakan realisasi rasa syukur,
sebagai ungkapan kesadaran, kalimat keyakinan, serta merupakan panji-panji kemenangan
dan kejayaan umat Islam.
HADIRIN
HADIRAT RAHIMAKUMULLAH .......
Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dengan segala
kemewahan yang terasa di paksakan, dengan segala keberlebihan yang sukar
dibayangkan, dalam pesta semesta yang gegap gempita, oleh gemuruh takbir
kemenangan yang hingar bingar, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke
dalam jiwa, hingga mendirikan bulu-bulu roma. Marilah sejenak kita melakukan
perenungan pada hakikat makna ibadah yang telah kita lalui bersama, pada nuansa
hati yang tak terkendali ini ........
Benarkah, selama sebulan lamanya
kita telah menjalankan ibadah puasa, dengan penuh keta’atan dan kepatuhan,
hanya mengharap ridla – Nya, sebagai bukti meningkatnya kualitas ketaqwaan kita
kepada Allah swt. ... .. ? Sebagaimana maksud dicanangkannya puasa itu sendiri;
يآايّها الّذين أمنوا
كتب عليكم الصّيام كما كتب على الّذين من قبلكم لعلّكم تتّقون
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman,
telah diwajibkan atas kalian semua berpuasa, sebagaimana ia diwajibkan kepada
orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian semua bertaqwa.”
(Qs. Al Baqarah : 183)
v Betulkah, kita semua telah lulus
dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan
penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara
murka .......?
v Berhasilkah kita membersihkan
iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran .......?
Hari ini Ramadhan telah berlalu .........., bulan suci, bulan
yang penuh rahmat dan maghfiroh, relakah kita melepaskannya seadanya ........?
Bagaimanapun, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, terpaksa kita harus
rela melepaskannya.
Hari ini hari bersuka ria.
Namun ....... adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan atas
setan dan kemaruk hawa nafsu ........? Ataukah karena kita kini terbebas
kembali seperti semula? Tak ada lagi yang kita sungkani. Atau bahkan
terstimulir oleh kemenangan yang ada pada pihak setan dan nafsu atas diri kami
........ ! Na’udzubilla Billahi Min Dzalik.
YAA
.......... RABBY ........ ! Rasanya puasa kami hampa, jiwa ini miskin tak
berarti apa, bahkan diri ini bergelimang noda dan dosa. Maka hanya rahmat dan
maghfirahmu Yaa ....... Allah yang kami minta, kami ibarat setetes embun dalam
lautan keagunganmu ........
ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHI AL – HAMD
HADIRIN SIDANG ‘IDUL FITRI YANG DIMULYAKAN ALLAH .......
Kaum muslimin memang berhak bergembira pada hari ketika
berbuka dan lebaran tiba, namun kegembiraan kita diperintahkan untuk masuk ke
dalam agama Islam secara kafaah sebagaimana firman Allah :
يآايّهاالّذين آمنوا
اذ خلوا فى السّلم كآ فّة. و لا تتّبعوا خطوات الشّيطان إ نّه لكم عدوّ مبين (البقرة : 208)
Artinya : “Wahai orang-orang yang
beriman masuklah kalian semua ke dalam Islam secara totalitas.” ( Qs.
Al-Baqarah : 208 )
Lalu
pertanyaannya adalah; Gembira yang islami itu yang bagaimana ? Gembira yang
islami yaa gembira yang wajar-wajar saja, gembira yang penuh rasa syukur,
gembira yang tidak sampai menafikan atau bahkan melecehkan adanya keperihatinan
di fihak lain.
Kegembiraan kaum muslimin atas datangnya lebaran tentunya
menjadi hak milik bagi ia yang telah dapat merampungkan kewajiban ibadah puasa
Ramadhannya dengan penuh keikhlasan dan njungkung ibadah semata-mata karena mengharap
ridlo – Nya, disamping kita telah berhasil pula nyelengi pahala, dan dosa-dosa
kita yang telah lewat diampuni oleh Allah Azza Wa Jalla, sebagaimana di jamin
sendiri oleh Rasulullah saw. sendiri lewat sebuah haditsnya :
من صام رمضان ايمانا
واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه
Artinya : “Barang siapa telah
melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, maka
diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat.
HADIRIN HADIROT SIDANG IDUL FITRI
YANG BERBAHAGIA. . . .
Apapun dan bagaimanapun bentuk puasa yang telah kita lakukan,
berapapun nilai yang telah Allah Ta’ala berikan atas puasa kita dengan segala
kesempurnaan rahmat dan anugerahnya, untuk lebih menjamin keyakinan
keberhasilan perjuangan kita di bulan puasa itu, Allah masih memberi kesempatan
kepada kita – yang memang memiliki watak tidak sempurna ini – untuk nambeli
kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan puasa kita, barang
kali sesekali, sementara mulut kita berpuasa tidak makan dan tidak minum tetapi
kita khilaf tidak memuasakannya dari memakan daging saudara-saudara kita dengan
ngrasani, mengumpat atau mengeluarkan kata-kata yang tak pantas misalnya
dan seterusnya dan lain sebagainya.
Kita diberi kesempatan mengeluarkan sebagian dari bahan
makanan kita untuk saudara-saudara kita yng berhak menerimanya lewat zakat
fitrah. Di samping makna solidaritas yang terkandung di dalam zakat fitrah itu,
seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, zakat fitrah itu
berfungsi untuk membersihkan orang yang berpuasa dari keterlanjurannya beromong
kosong dan berkata buruk saat berpuasa, bahkan menurut hadits riwayat Abu
Hafsih Bin Shaahin, puasa Ramadhan bergantung antara langit-langit dan bumi
dan hanya zakat fitrahlah yang dapat menaikkannya ke atas. Kewajiban membayar
zakat fitrah ini – menurut Imam Al Syafi’i RA – di fardlukan kepada
setiap muslim yang merdeka atau hamba Muba’ad yang memiliki
kelebihan bahan makanan di malam dan hari lebarannya, juga pakaian dan tempat
tinggal yang layak bagi semua keluarga yang menjadi tanggung jawab nafaqahnya.
Adapun tentang waktu wajibnya adalah sejak tenggelamnya mata hari di hari
terakhir bulan suci Ramadhan, dan boleh saja membayarkan zakat fitrah sejak
telah masuknya bulan suci Ramadlan dengan niat Ta’jil. Sedangkan
membayarkan zakat fitrah setelah dilaksanakannya sholat idul fitri hingga
tenggelamnya mata hari juga masih diperkenankan atau masih diterima, tetapi
dengan niat mengkodlo’i-nya.
Mudah-mudahan zakat fitrah kita, dapat menyempurnakan ibadah
puasa kita, sehingga Allah mengampuni kita, merahmati kita, dan membebaskan
kita dari api neraka. Dan moga-moga pula, Allah masih menganugerahkan kekuatan
kepada kita untuk dapat melengkapi ganjaran ibadah puasa itu dengan kesediaan
kita nantinya, untukpuasa Ramadlan kita yang telah berlalu dengan mengiringinya berpuasa selama enam hari di
bulan Syawal ini. Mudah-mudahan ..
ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD
HADIRIN
HADIRAT KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT RAHIMAKUMULLAH .......
Selanjutnya segala aktifitas apa saja yang paling utama
dilakukan sekembali kita dari shalat
idul fitri ini ....... ?
Setelah berpuasa dan njungkung ngibadah selama sebulan
penuh di bulan Ramadhan dengan niat ikhlas hanya memburu ridla Allah Ta’ala,
dan kita telah menambelinya dengan mengeluarkan zakat fitrah, dosa-dosa
kitapun diampuni.
Namun
seperti kita ketahui, dosa yang diampuni itu, hanyalah dosa yang berhubungan
langsung dengan Allah. Sementara masih ada dosa lain yang berkaitan dengan
sesama kita, antar kita, dimana ampunan Allah bergantung pada pema’afan
masing-masing kita yang bersangkutan. Oleh karenanya untuk menyempurnakan
ketidak berdosaan kita, setelah shalat idul fitri ditradisikanlah halal
bihalal, “sini menghalalkan dan memaafkan situ, situ menghalalkan dan memaafkan
sini”.
Dengan demikian pada lebaran kali ini, diharapkan semua macam
dosa apapun lebur dan kita kembali sebagaimana fitrah kita, mulus tanpa dosa
bagaikan seorang bayi.
Tidakkah kita tak ingin menjadi pailit kelak di hari kemudian
......? Seperti digambarkan oleh Rasulullah saw. dalam hadits shohihnya :
أتذرون من
المفلس؟ قالوا المفلس فينا من لا درهم له
ولا متاع. فقال عليه الصّلاة والسّلام إنّ المفلس من امّتى من يأتى يوم القيامة
بصلاة وصيام وزكاة ويأتى من قدشتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دام هذا وضرب
هذا. فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فأنّ فنيت حسناته قبل أن يقضى ماعليه .
أخذ من خطا ياهم. فطرحت عليه ثمّ طرح فى النّار (رواه مسلم عن ابى هريرة)
Artinya : “Tahukah kalian semua,
siapakah orang yang bangkrut itu ? Tanya Rasulullah kepada para sahabatnya –
merekapun menjawab : orang yang bangkrut menurut kita adalah mereka yang tidak
memiliki uang dan harta benda yang
tersisa.” Kemudian Rasulullah menyampaikan sabdanya : “Orang yang benar-benar
pailit – diantara umatku – ialah orang yang di hari kiamat dengan membawa
(seabrek) pahala shalat, puasa dan zakat; tapi (sementara itu) datanglah orang-orang yang menuntutnya,
karena ketika (di dunia) ia mencaci
ini, menuduh itu, memakan harta si ini, melukai si itu, dan memukul si ini. Maka di berikanlah pahala-pahala
kebaikannya kepada si ini dan si itu. Jika ternyata pahala-pahala kebaikannya
habis sebelum dipenuhi apa yang menjadi tanggungannya, maka diambillah
dosa-dosa mereka (yang pernah di dzaliminya) dan ditimpakan kepadanya. Kemudian
dicampakkanlah ia ke api neraka.” Naudzubillah ...... ! (HR. Muslim dari Abu
Hurairah)
Ternyata
mulut, tangan, kaki, perut dan anggota tubuh kita yang biasa kita gunakan untuk
beribadah, bersujud, berdzikir, berpuasa, memberikan zakat, dapat membuat kita
pailit kelak. Tidak hanya menghabiskan modal pahala yang kita tumpuk sepanjang
umur kita tapi bahkan dapat menarik kepada kita kerugian orang lain. Ini semua
tentunya gara-gara kita terlalu meremehkan dosa dan kesalahan terhadap sesama.
Oleh karenanya, apabila kita memuliakan Tuhan, maka termasuk yang dimuliakan
Tuhan ialah manusia.
Sedangkan makanan dan kue-kue lebaran kiranya hanyalah
sekedar “Ubo Rampe”, karena ada kunjung mengunjungi, patutnya hidangan di
sediakan sebagai penghormatan kepada tamu yan hendak berkunjung. Pahalanya
terletak pada penghormatan tamu itu, atau pada niat sedekah yang mengiringinya.
Demikian pula, agaknya soal pakaian, memperindah rumah dan atau mempercantik
ruang tamu.
ALLAAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD
Akhirnya, marilah kita mengikrarkan permohonan maaf kita
kepada diri kita sendiri, sebelum kemudian sungkem dan meminta maaf kepada
orang-orang tua kita, para Masyayikh dan guru-guru kita, juga antar
sesama.........
Selamat idul fitri, wahai mata
Maafkanlah aku, selama ini
kau hanya
Kugunakan melihat kilau comberan.
Selamat idul fitri, wahai telinga
Maafkanlah aku, selama ini
kau hanya
Kusumpali rongsokan-rongsokan kata
Selamat idul fitri, wahai mulut
Maafkanlah aku, selama ini
Kau hanya kujejali dan kubuat memuntahkan
onggokan-onggokan kotoran
Selamat idul fitri, wahai tangan
Maafkanlah aku, selama ini
kau hanya kugunakan
Mencakar-cakar kawan dan berebut remayh-remah murahan
Selamat idul fitri, wahai kaki
Maafkanlah aku, selama ini
kau hanya kuajak menendang kanan kiri
Dan berjalan di lorong-lorong kegelapan
Selamat idul fitri, wahai akal budi
Maafkanlah aku, selama ini kubiarkan kau terpenjara sendiri
.........
Selamat idul fitri, wahai diri
Marilah menjadi manusia kembali ..........!
والله سبحانه وتعالى
يقول وبقوله يهتدى المهتدون. فإذا قر ئ
القر آن فاستمعوا له وأنصتوا لعلّكم ترحمون. اعوذ بالله من الشّيطان
الرّجيم. وشارعوا ال ى مغفرة من ربّكم وجنّة عرضها السّموات
و ا لأ رض. أعدّت
للمتّقين. والّذين ينفقون فى السّرّ آء والضّر آء. والكاظمين الغيظ والعافين عن
النّاس. والله يحبّ المحسنين. بارك الله لي ولكم فى القر آن العظيم. ونفعنى وإيّاكم
بما فيه من ا لا يات والذّ كر الحكيم وتقبّل مني ومنكم تلا وته ان هو الغفور الرحيم .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar