TEMA PEMAHAMAN MAKNA HIDUP DAN GODAAN KEHIDUPAN
الحمد
لله. الحمد لله مشرف ا لأيّام بعضها على بعض. وموقظ القلوب الغافلة بالتّذكير
والوعظ. العالم با لأشيآء فلم يتقدّم علمه
جهالة . الربّ الملك الّذى ليس لر بو بيته
تغيّرٌ و لا إزالة. أحمده سبحانه على ما
اولا نا من احسانه وإفضاله.وأشكره على جز
يل بره ونواله. أشهد أنّ لا اله إ
لاّ الله وحده لا شر يك له شهادة ادّ خرها
لشدا ئد يوم القيامة واهواله. واشهد أنّ سيّدنا محمّدا عبده ورسوله المفضّل بأشرف
الرّسالة . اللّهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد وعلى جميع اصحابه واله . ومن حسنت
فى ا لإ سلام افعاله. (امّا بعد) فـــــــيا ايــــّهاالنّاس إتّقوا الله تعــالى
وشمرو ا
لطلب الخير ات فى اوقا تها. وايّاكم
والتّفر يط فانّ التّفر يط بالهلا
ك قـــــيّن. فيا سعادةْ من وْفّق فى عامه
للتّوبة الصّحيحة
HADIRIN SIDANG JUM’AH YANG
BERBAHAGIA ........
Marilah kita pacu hati nurani,
jiwa dan intuisi kita untuk senantiasa mengagungkan asama Alloh Ta’ala dengan
bertakbir, Tahlil, tasbih dan tahmied. Kita harus melatih sensitifitas jiwa
kita untuk dapat “bergetar” ketika mendengar dan menghayati ayat-ayat atau
tanda-tanda kekuasaan AllohSWT. Sebab dengan tanpa latihan, kiranya sulit bagi
kita untuk menemukan getaran hati nurani sepeti yang dirasakan oleh para ulama’,
auliya’, sholihin, dan para Nabi.
Dengan cara inilah kita berharap
ikhtiyar kita untuk mempertebal dan meningkatkan kualitas keimanan dan
ketaqwaan kita dapat berhasil, dengan bukti terwujudnya “Kesalehan Secara
Totalitas” yakni pemenuhan tugas dan tangggung jawab kekhalifahan di muka
bumi ini.
HADIRIN SIDANG JUM’AH ROHIMAKUMULLAH ........
Entah karena kebetulan, atau memang
sudah merupakan “skenario” dari sononya harus demikian, seperti
sudah sama-sama kita ketahui, mula-mula Allah mengumumkan akan menciptakan
manusia yang akan di jadikan “Kholifah” (penguasa dan pemelihara di
bumi)
واذ
قال ربّك للمــلئكة إنىّ جــــاعل فى ا للأرض خليـــــــفة
Artinya :
“Tatkala Tuhanmu berkata kepada Malaikat, aku ini hendak menjadikan “khalifah”
(mandataris) di bumi (berupa makhluk yang bernama manusia)”. (QS. Al –
Baqarah : 30)
Alloh SWT menyuruh sekalian hamba di langit untuk
menyembahnya dan menghormatinya. Semuanya taat melaksanakan perintah Allah,
sujud kepada Adam, kecuali sang angkuh Iblis.
واذ
قلنا للملئكة اسجدو ا لأدم فسجدوا ا لاّ ابليس
ابى واستـــــــكبر وكان من الكـــفرين (البقره : 30)
Artinya :
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat : “Sujudlah kamu
kepada Adam, maka sujudlah mereka semua kecuali Iblis, ia enggan dan takabbur
dan adalah termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (QS. Al – Baqarah :
34)
Pada ayat yang lain Allah juga
berfirman :
واذ
قلنا للملئكة اسجدوا لأدم فسجدوآ ا لاّ ابليس أبى.
فقلنا يئآدمم
إنّ هذا عدوّ لك ولزوجك فلا يخر جنّكما
من الجنّة فتشقى ( طه
: 116 – 117 )
Artinya :
“Dan (ingatlah) ketika kami berkata kepada Malaikat : “Sujudlah kamu kepada
Adam”, maka mereka semua sujud kecuali Iblis. Ia membangkang. Maka kami berkata
: “Hai Adam, sesungguhnya ini (Iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu,
maka sekali-kali janganlah ia sampai mengeluarkan kamu dari surga, yang
menyebabkan kamu menjadi celaka”. (QS. Thaahaa : 116 – 117)
HADIRIN SIDANG JUM’AH YANG
BUDIMAN ..........
Dari ayat-ayat di atas dapatlah
kita fahami, bahwa sejak awal mulanya iradah / kehendak Allah Azza wa Zalla
adalah menjadikan Adam dan Hawa sebagai makhluk penghuni bumi walaupun melalui
proses dan tahapan sesuai dengan yang Allah kehendaki.
Dari sini pula, dapat dimengerti
; sesungguhnya Manusia sebagai anak cucu Adam pada dasarnya adalah merupakan
makhluk terbaik dari sekian makluk lain yang diciptakan oleh Allah. Hal ini
terbukti dengan diperintahkannya semua makhluk untuk sujud dan menghormatinya.
Di lain pihak manusia oleh Allah sendiri diberi kehormatan atau “karomah”
dengan mengangkatnya sebagai Kholifatullah di muka bumi ini. Kemuliaan manusia
ditandai dengan pemberiannya yang sangat bermakna tinggi, sehingga menjadikan
manusia dapat menguasai alam ini. Pemberian itu berupa “Akal dan Fikiran” yang
mampu mengangkat harkat dan derajat manusia. Dengan akal fikiran, manusia dapat
menerima, mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
Kelebihan manusia, disamping
karena akal fikirannya, juga karena nafsu dan perasaan. Manusia dengan nafsunya
mempunyai semangat, etos dan sikap-sikap emosional lain yang positif. Manusia
dengan intuisinya mempunyai daya estetika dan etik yang juga mampu mengangkat
harkatnya. Sebagai “Khalifah Allah” manusia pada dasarnya telah dibekali dengan
tiga potensi di atas, yaitu akal fikran, nafsu dan perasaan.
Namun masalah yang kemudian
muncul adalah ; seberapa jauh manusia itu melaksanakan kemampuannya itu. hal
ini tentu akan banyak dipengaruhi oleh kemampuan mewujudkan keseimbangan antara
tiga potensi tersebut ketika diperankan dalam sikap dan perilaku kekhalifahan.
Keseimbangan di maksud memiliki ukuran-ukuran tertentu, berkaitan dengan
situasi dan kondisi lingkungan manusia, baik lingkungan alam, maupun lingkungan
komunitas yang sangat berpengaruh besar dan akan menjadi pertimbangan. Bila
keseimbangan itu hanya diukur dengan subyektifitasnya sendiri, justru sering
menimbulkan kerawanan tertentu dan tidak mustahil akan mengakibatkan keresahan
pada dirinya sendiri.
HADIRIN SIDANG JUM’AH YANG
DIMULiAKAN ALLAH ........
Disinilah lebih lanjut iblis
yang congkak dan dengan segala keangkuhannya kemudian mengakibatkan ia menerima
hukuman abadi. Dan karenanya lalu dendam kepada Adam dan seluruh keturunannya
yang dianggapnya sebagai penyebab keterhukumannya. Adam sang “Khalifahpun
digodanya” sepanjang kehidupannya. Sejak inilah kita manusia sebagai anak cucu
Adam melalui pintu hawa nafsu tertantang untuk punya kemampuan
mengendalikannya.
Lalu dengan apakah adam sang
Kholifah digoda .... ?
Oleh Iblis Laknatullah ‘Alaih,
Adam digoda agar mendurhakai Allah Tuhannya yang telah dengan kasih sayang
mencipta dan mengankatnya sebagai kholifah, dengan iming-iming kehidupan dan
kekuasaan yang kekal. Dan Adampun tergoda, memakan buah yang dipercayainya
akibat bujukan iblis dapat membuatnya hidup dan berkuasa selamanya. Inilah dosa
awal manusia.
Sebagaimana hal ini dikisahkan Allah
Swt. dalam firmanNya :
فوسوس
إليها الشّيطان قال يئآدم هل ادلّك على شجرة الخلد وملك لاّ يبلى فأكل منها فبدت
لهما سوءتهما وطفقا يخشفان غليهما من ورق الجنّة وعصى أدم ربّه فغوى. ثمّ اجتبه
ربّه فتاب عليه وهدى. قال اهبطا جميعا بـعضكم لبعض عدوّ. فإمّا يأتينّكم منّى هدى
فمن تّبع هداى. فلا يضلّ ولا يشقى ومن أعرض عن ذكرى فإنّ له معيشة ضنكا ونخشره يوم
القيامة اعمى ( طه : 120 – 124 )
Artinya :
“Kemudian syaitan membisikkan fikiran jahat kepadanya, dengan berkata : ‘Hai
Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon Khuldi dan kerajaan yang tidak
akan binasa”. Maka keduanya makan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi
keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun
(yang ada disurga) dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian
Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. Allah
berfirman : Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi
musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk dari padaKu,
lalu barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak
akan celaka, dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari
kiamat dalam keadaan buta”. (Qs. Thaahaa : 120 – 124 )
Maka herankah apabila anak cucu
Adam, terutama yang terlalu menyadari kekhalifahannya, begitu gampang tergoda
dengan kehidupan dan oleh kekuasaan . . . ? bahkan hal ini tersirat sejak
manusia lahir dan terlahirkan ke dunia ini.
Lihat saja seorang bayi :
seperti menyadari kehidupan dan kekuasaannya begitu tak peduli terhadap
sekelilingnya, yang penting semua keinginannya terpenuhi. Setiap kali ia
menunjukkan kekuasaannya dengan senjatanya yang sangat ampuh, yakni menangis .
. . ? lalu lambat laun meningkat, dari sekedar menangis ke memukul-mukul atau
merusak. Sampai sang orang tuapun menyadari kekuasaan mereka sendiri. atau
kesadaran akankekuasaan mereka sendiri melebihi toleransinya terhadap “kekuasaan” anak mereka. Dan andapun
tahu, seringkali kesadaran inipun berlanjut terus hingga anak sudah menjadi dewasa, dan nyaris tak
terkendali sebab bercermin pada sikap dan prilaku “berkuasanya orang tua
mereka.
Adalah wajar seorang kernet yang
‘tawaddu’ memendam cita-cita suatu saat bisa menjadi seperti bosnya :
“Sopir”, karena dimatanya sopir berpeluang ‘hidup lenggang’ dan begitu berkuasa
di kendaraannya dan di jalanan. Jika kemudian cita-cita sang kernet
tersampaikan, benar-benar menjadi sopir, apa yang terjadi ? Sang kernet yang
semula tawaddu’pun tiba-tiba berubah perangai dan sikapnya. Ketika
mengemudikan bis misalnya, maka mobil-mobil kecil atau apalagi kendaraan
seperti sepeda pancal, harus menyingkir dari hadapannya kalau tidak ingin ia
dilibas. Dan karena dia sekarang adalah menjadi “khalifah” dan “Penguasa” di
jalan.
Barangkali anda – atau anda
sendiri – sejak masih sekolah sudah memimpikan kelak akan menjadi seorang
Dokter yang bisa hidup dan menguasai pasiennya, atau Insinyur yang bisa hidup
dan menguasai para staf dan tukang-tukang, atau guru yang hidup dan menguasai
murid-muridnya, atau menjadi kiai yang bisa hidup dan menguasai santri dan
masyarakatnya. Atau malah menjadi Bupati – atau presiden yang sangat hidup dan
menjadi penguasa tunggal di kabupaten atau negerinya. Mungkin juga mula-mula
tak pernah tersirat hal-hal seperti itu dalam impian anda maupun anak anda,
namun kemudian ‘bawaan’ dan ‘godaan’ bertemu dalam perjalanan hidup, dan yang
terlihatpun hanyalah kehidupan dan kekuasaan yang kekal itu.
Marilah kita menyadari, bahwa
dunia ini fana; Mana ada kehidupan kekal di dunia ini ? Mana ada kekuasaan
tanpa akhir ? Mana ada bayi abadi ? Mana ada sopir seumur hidup ? Dan mana ada
pejabat yang tidak mengalami pensiun atau di pensiunkan ? “Kehidupan dan
kekuasaan yang kekal itu hanyalah buatan iblis.” Dan ketika kita masih sangat
hidup dan berkuasa, iblis terus menerus dan senantiasa meninabobokkkan kita
hingga kita menjadi lupa atas kematian !
اذا
حملت الى القبور جنــازة ♣ فاعلم بأنّك بعدها محـــمول
واذا
اوليت امور قوم ســــائة ♣فاعلم
بأ نّك بعدها مأزول
- Bila suatu ketika kau memikul keranda janazah kekuburan. Ingatlah bahwa sesudah itu kau akan di pikul pula.
- Dan bila kau diserahi sesuatu kekuasaan atas kamu. Ketahuilah satu saat kau akan di berhentikan juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar