Kamis, 12 Februari 2015

NASIHAT BAGI HAMBA ALLAH



AKAL DAN HAWA NAFSU

Ada yang mengatakan:

طُوْبَى لِمَنْ كَانَ عَقْلُهُ اَمِيْرًا وَهَوَاهُ اَسِيْرًا ، وَوَيْلٌ لِمَنْ كَانَ هَوَاهُ اَمِيْرًا وَعَقْلُهُ اَسِيْرًا

“Berbahagialah orang yang akalnya menjadi pemimpin dan hawa nafsunya menjadi tawanan dan celakalah orang yang hawa nafsunya menjadi pemimpin sedang akalnya menjadi tawanan”.

Orang yang akalnya menjadi pemimpin dan hawa nafsunya menjadi tawanan adalah orang yang mengikuti kehendak akalnya yang lurus dan nafsunya enggan melakukan larangan Allah swt. yaitu perkara-perkara yang tidak sesuai dengan syarak. Maksud orang yang hawa nafsunya menjadi pemimpin dan akalnya menjadi tawanan adalah orang yang akalnya tidak lagi berfungsi untuk bertafakkur mengenali Allah dengan segala kenikmatan dan keagungan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar