AKAL DAN HAWA NAFSU
Ada yang
mengatakan:
طُوْبَى لِمَنْ كَانَ عَقْلُهُ اَمِيْرًا وَهَوَاهُ اَسِيْرًا
، وَوَيْلٌ لِمَنْ كَانَ هَوَاهُ اَمِيْرًا وَعَقْلُهُ اَسِيْرًا
“Berbahagialah
orang yang akalnya menjadi pemimpin dan hawa nafsunya menjadi tawanan dan
celakalah orang yang hawa nafsunya menjadi pemimpin sedang akalnya menjadi
tawanan”.
Orang yang akalnya menjadi
pemimpin dan hawa nafsunya menjadi tawanan adalah orang yang mengikuti kehendak
akalnya yang lurus dan nafsunya enggan melakukan larangan Allah swt. yaitu
perkara-perkara yang tidak sesuai dengan syarak. Maksud orang yang hawa
nafsunya menjadi pemimpin dan akalnya menjadi tawanan adalah orang yang akalnya
tidak lagi berfungsi untuk bertafakkur mengenali Allah dengan segala kenikmatan
dan keagungan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar