Kamis, 12 Februari 2015

NASIHAT BAGI HAMBA ALLAH




MENURUTI NAFSU SYAHWAT DAN KESOMBONGAN

Dari Sufyan Ats-Tsauri r.a.:

كُلُّ مَعْصِيَةٍعَنْ ثَهْوَةٍ فَاِنَّهُ يُرْجَى غُفْرَانُهَا ، كُلُّ مَعْصِيَةٍ عَنْ كِبْرٍ فَاِنَّهُ لَا يُرْجَى غُفْرَانُهَا ،لِاَنَّ مَعْصِيَةٍ اِبْلِيْسَ كَانَ اَصْلُهَا مِنَ الْكِبْرِ وَزَلَةَ سَيِّدِ نَا اَدَمَ كَانَ اَصْلُهَا مِنَ الشَّهْوَةِ

Setiap maksiat yang timbul dari syahwat dapatlah diharapkan ampunannya, tapi setiap durhaka yang timbul dari sikap sombong tidak dapat diharapkan ampunannya; karena kedurhakaan iblis itu berpangkal dari kesombongan, sedangkan kesalahan Adam a.s. berpangkal dari syahwat.”


Sufyan Ats-Tsauri r.a. adalah guru besar Imam Malik. Maksud hadits di atas adalah setiap maksiat yang timbul dari keinginan nafsu, yaitu keinginan untuk berbuat sesuatu maka ada harapan untuk diampuni. Sebaliknya, setiap maksiat yang timbul karena kesombongan maka tidak ada harapan untuk diampuni. Karena maksiat yang dilakukan dari kesombongan berasal dari iblis, dia menganggap dirinya lebih baik daripada Nabi Adam a.s. Sedangkan kesalahan junjungan kita Nabi Adam a.s. berasal dari keinginan yaitu keinginan beliau untuk mencicipi buah pohon yang dilarang-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar